KUBU RAYA – Sengketa lahan antara warga dan pihak TNI di Kabupaten Kubu Raya kembali memanas. Ratusan warga RT 006/RW 008 Gang Parit Seribu serta warga Perumahan Swakarya/Gatot 2 mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kubu Raya, Senin (10/8/2026).
Kedatangan warga tersebut merupakan bentuk protes sekaligus upaya meminta kejelasan terkait persoalan lahan yang hingga kini belum menemukan titik penyelesaian.
Massa warga datang dengan dikawal Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Kubu Raya.
Mereka berkumpul di halaman Kantor BPN Kubu Raya untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak pihak pertanahan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status lahan yang menjadi objek sengketa.
Situasi di Kantor BPN Kubu Raya pun mendapat perhatian serius. Warga meminta agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut dan segera mendapatkan penyelesaian yang memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Warga menilai persoalan tanah menyangkut hak dan kepentingan masyarakat sehingga membutuhkan transparansi serta penjelasan dari instansi yang berwenang.
Dalam aksi tersebut, warga juga meminta BPN Kubu Raya tidak mengambil keputusan yang merugikan masyarakat serta memastikan seluruh proses administrasi pertanahan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, kehadiran MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kubu Raya menjadi bagian dari pengawalan terhadap aspirasi masyarakat. Organisasi tersebut turut mendampingi warga dalam menyampaikan tuntutan kepada pihak BPN.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berada di Kantor BPN Kubu Raya untuk menunggu respons dan penjelasan dari pihak pertanahan terkait persoalan sengketa lahan tersebut.
Warga berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait segera duduk bersama mencari solusi sehingga konflik agraria tersebut tidak terus berlarut dan menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat.”(Tim/Redaksi)





