Kubu Raya – PT Punggur Alam Lestari kembali menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat dengan merealisasikan pembagian dana tunggu lahan plasma kepada warga yang telah menyerahkan sertifikat lahannya kepada perusahaan. Program yang sebelumnya belum pernah terealisasi itu kini mulai berjalan setelah pergantian kepemimpinan perusahaan di bawah Direktur Operasional PT Punggur Alam Lestari, Togar Sihahan.
Pembagian dana tunggu plasma periode Februari, Maret, dan April 2026 tersebut dirangkai dengan penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa satu unit sepeda listrik dan tabung oksigen untuk tenaga kesehatan. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Sepok Laut, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (7/5/2026).
Acara tersebut dihadiri Direktur Operasional PT Punggur Alam Lestari Togar Sihahan, Humas perusahaan Bukran, perwakilan Kecamatan Sungai Kakap melalui Kasi Ekbang Hamdani, Ketua Harian Laskar Prabowo LP 08 Edy Ruslan, Kepala Desa Sepok Laut Muhammad Aly beserta perangkat desa, Ketua BPD beserta anggota,Anghota Polsek Sungai Kakap,Ketua Koperasi
Alam Lestari Baru. Agus, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sebanyak 129 penerima manfaat.
Dalam keterangannya kepada awak media, Togar Sihahan menegaskan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kita sebagai perusahaan yang berada di sekitar Desa Sepok Laut harus memperhatikan masyarakat. Apa yang mereka kurang dan apa yang mereka butuhkan, itu yang harus kita bantu dan realisasikan,” ujarnya.
Menurut Togar, bantuan dana masa tunggu plasma diberikan untuk membantu para petani plasma sebelum kebun menghasilkan panen. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat, terutama dalam kondisi mendesak seperti biaya pengobatan maupun kebutuhan keluarga sehari-hari.
Ia juga menilai sinergi antara perusahaan dan pemerintah sangat penting untuk membantu masyarakat, mengingat pemerintah memiliki keterbatasan anggaran.
“Dalam hal ini perusahaan membantu pemerintah. Pemerintah memang punya anggaran, tetapi tentu ada keterbatasan. Karena itu sinergitas perusahaan dan pemerintah sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa tercukupi kebutuhannya,” jelasnya.
Selain penyaluran dana plasma, perusahaan juga menyerahkan bantuan CSR berupa satu unit sepeda listrik dan tabung oksigen guna mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Desa Sepok Laut.
Togar turut menyinggung munculnya koperasi baru petani plasma di Desa Sepok Laut. Ia menegaskan perusahaan tidak ikut campur dalam pembentukan koperasi tersebut. Namun menurutnya, keberadaan koperasi baru muncul karena adanya keinginan masyarakat untuk memiliki wadah yang benar-benar memperjuangkan kepentingan petani plasma.
“Perusahaan sebenarnya tidak tahu-menahu soal pembentukan koperasi baru ini. Mungkin masyarakat melihat koperasi lama tidak ada perkembangan sehingga petani plasma merasa perlu membentuk wadah baru,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pengurus koperasi seharusnya berasal dari petani plasma yang memang menyerahkan sertifikat lahannya kepada perusahaan. Selain itu, hubungan keluarga dalam kepengurusan koperasi juga tidak diperbolehkan agar pengelolaan koperasi berjalan profesional dan transparan.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir. Warga berharap program dana tunggu plasma dan bantuan CSR dari PT Punggur Alam Lestari dapat terus berlanjut demi membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sepok Laut.”(Defru)






